Apa itu HPP?
HPP (Harga Pokok Penjualan) adalah total biaya untuk menyiapkan satu produk sampai ke tangan pembeli. Bukan cuma harga beli dari supplier. Komponennya:
- Modal produk — harga beli dari supplier per unit.
- Packaging — bubble wrap, kardus, label, lakban.
- Ongkir ke gudang/kamu (jika ada), dibagi per unit.
- Biaya admin marketplace — potongan Shopee (biaya layanan + admin + program gratis ongkir) bisa beberapa persen dari harga jual.
- Iklan — jika pakai Shopee Ads, alokasikan biaya per unit terjual.
- Retur & rusak — cadangan untuk barang kembali atau cacat.
Rumus margin
Dua angka yang penting:
- Laba kotor per unit = Harga jual − HPP
- Margin (%) = (Laba kotor ÷ Harga jual) × 100
Contoh perhitungan
Misal kamu jual produk seharga Rp 50.000:
- Modal produk: Rp 25.000
- Packaging: Rp 2.000
- Biaya admin + layanan marketplace (±8%): Rp 4.000
- Alokasi iklan: Rp 3.000
- Cadangan retur/rusak (±2%): Rp 1.000
HPP = 25.000 + 2.000 + 4.000 + 3.000 + 1.000 = Rp 35.000.
Laba kotor = 50.000 − 35.000 = Rp 15.000. Margin = 15.000 ÷ 50.000 = 30%.
Sekarang bayangkan kamu ikut "harga termurah" Rp 38.000 demi menang persaingan: laba kotor cuma Rp 3.000 (margin 8%) — sekali ada retur atau iklan boros, kamu rugi.
Berapa margin yang sehat?
Tidak ada angka ajaib, tapi banyak seller menargetkan margin kotor 25–40% agar masih ada ruang untuk iklan, promo, dan retur. Margin di bawah 15% sangat rawan — satu gangguan kecil bisa membuat rugi.
Hubungkan dengan harga pasar
Sebelum menetapkan harga jual, cek harga median pasar untuk produkmu di halaman riset LarisID. Kalau HPP-mu membuat margin sehat hanya bisa dicapai di atas harga median, kamu perlu pembeda kuat atau supplier yang lebih murah. Jangan memaksakan masuk pasar yang marginnya sudah tertekan.