Panduan Seller

Produk yang Laris di Shopee 2026: Cara Menemukannya

Setiap orang mencari "daftar produk terlaris". Masalahnya, begitu sebuah produk masuk daftar viral, pasarnya sudah penuh. Panduan ini soal cara menemukan sendiri produk yang laris dan masih menguntungkan — pakai data, bukan tebakan.

Oleh Steven Wilson · diperbarui 7 Juli 2026 · metodologi data

"Produk apa yang lagi laris di Shopee?" adalah pertanyaan yang salah kalau berhenti di situ. Produk yang laris untuk toko besar dengan budget iklan puluhan juta belum tentu laris — apalagi untung — untuk toko baru. Pertanyaan yang benar: di keyword mana ada permintaan nyata, margin masih sehat, dan persaingan masih bisa saya masuki?

Kenapa "ikut yang viral" hampir selalu telat

Siklusnya selalu sama: sebuah produk mulai ramai → muncul di konten TikTok/daftar "produk terlaris" → ribuan seller ikut kulakan → harga perang → margin habis. Saat kamu membaca daftar itu, kamu masuk di titik paling tidak menguntungkan. Yang menang bukan yang ikut paling ramai, tapi yang menemukan permintaan sebelum semua orang.

4 sinyal bahwa sebuah produk benar-benar laris

1. Ulasan banyak, bukan cuma "terjual" tinggi

Angka "terjual" di Shopee adalah estimasi, bukan data resmi. Sinyal yang lebih jujur adalah jumlah ulasan pada produk-produk teratas — ulasan hanya muncul setelah ada pembelian nyata. Kalau produk teratas di sebuah keyword punya puluhan ribu ulasan, permintaan jelas ada dan konsisten.

2. Permintaan tersebar, bukan cuma di 1–2 toko

Kalau penjualan sebuah keyword hanya dikuasai satu-dua toko raksasa, itu bukan pasar yang mudah dimasuki — mereka sudah mengunci harga dan kepercayaan. Pasar yang sehat untuk pemain baru punya banyak toko yang sama-sama berhasil jualan.

3. Margin masih sehat di harga median

Produk boleh laris, tapi kalau harga median-nya sudah perang sampai margin tipis, "laku" cuma berarti sibuk tanpa untung. Hitung dulu HPP-mu (modal, ongkir, packaging, admin marketplace, iklan) terhadap harga median. Pelajari di cara menghitung margin & HPP.

4. Permintaan stabil, bukan lonjakan sesaat

Produk musiman atau hype sesaat bisa terlihat laris minggu ini dan mati bulan depan. Permintaan yang bisa diandalkan adalah yang stabil dari waktu ke waktu — lebih membosankan, tapi lebih aman untuk stok dan modal.

Kategori yang konsisten kuat di marketplace Indonesia

Alih-alih daftar produk spesifik yang cepat basi, mulai dari kategori yang permintaannya terbukti tahan lama, lalu turunkan ke keyword spesifik:

Kategori hanya titik awal. Yang menentukan tetap keyword spesifik di dalamnya — dan itu harus divalidasi dengan data.

Cara memvalidasi dengan data (gratis)

Setelah punya kandidat keyword, buka halaman riset pasar LarisID dan cek angkanya: harga median, rentang harga, jumlah listing & toko, rating rata-rata, dan estimasi penjualan — semuanya dari listing Shopee nyata, bukan tebakan. Viability Score 0–100 merangkum seberapa mudah pasar itu dimasuki. Contoh halaman riset: botol minum aesthetic 1 liter atau tray dapur plastik serbaguna.

Alurnya lengkap ada di cara riset produk Shopee untuk pemula.

Kesalahan yang bikin modal habis

Pertanyaan umum

Apa produk yang paling laris di Shopee sekarang?

Tidak ada satu daftar "produk terlaris" yang berlaku untuk semua seller. Yang laris untuk toko besar dengan modal iklan besar belum tentu menguntungkan untukmu. Yang perlu kamu cari adalah keyword dengan permintaan nyata, margin sehat di harga median, dan persaingan yang masih bisa dimasuki — ini bisa berbeda tiap kategori dan tiap bulan.

Apakah ikut produk viral itu strategi yang bagus?

Biasanya tidak. Saat sebuah produk sudah viral, pasarnya sudah penuh, harga sudah perang, dan margin sudah tipis. Pendatang baru masuk di titik paling tidak menguntungkan. Lebih aman menemukan permintaan yang stabil sebelum ramai daripada ikut saat sudah puncak.

Bagaimana cara tahu sebuah produk benar-benar laris, bukan cuma kelihatan ramai?

Cek jumlah ulasan pada produk teratas (ulasan hanya muncul setelah pembelian nyata), bukan hanya angka "terjual" yang merupakan estimasi. Lalu lihat berapa banyak toko yang berhasil menjual produk serupa — kalau hanya 1–2 toko yang menguasai, itu bukan pasar yang mudah dimasuki.